Sekarang kamu colok sendiri. Pelan-pelan, arah kaki LED yang penting.
Misi
Pasang LED eksternal di breadboard, colok ke GPIO 4, lalu nyalakan lewat kode.
Bahan
Board ESP32
1x breadboard
1x LED (warna bebas)
1x resistor 220-330 ohm
2x kabel jumper male-to-male
LED 5 mm. Kaki panjang = plus (+), ke resistor. Kaki pendek = minus (−), ke GND. Di foto ini kedua kaki tampak sama panjang. LED baru biasanya punya satu kaki lebih panjang, itu plus (+). Kalau kakinya sudah sama panjang, cari sisi datar di pinggir badan LED: kaki di sisi itu adalah minus (-).
Foto: Evan-Amos, domain publik, via Wikimedia Commons.Resistor bergelang warna. Foto ini contoh dengan nilai 100 kΩ, bukan nilai yang dipakai di rangkaian ini. Untuk rangkaian ini: 220 Ω = merah-merah-coklat, 330 Ω = oranye-oranye-coklat. Resistor tidak punya arah, boleh dibalik.
Foto: Chrizz, GFDL / CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons.Breadboard. Lubang-lubangnya tersambung di dalam: lima lubang dalam satu kolom saling tersambung, kolom yang berbeda tidak. Breadboard. Lubang-lubangnya tersambung di dalam: lima lubang dalam satu kolom saling tersambung, kolom yang berbeda tidak. Foto ini contoh rangkaian lain di atas breadboard (ada LED, tombol, resistor, dan baterai 9 V). Yang perlu kamu perhatikan hanya cara lubang tersambung; baterai dan tombol tidak dipakai di level ini.
Foto: en:User:Ilikefood, izin pemakaian bebas dari pemegang hak cipta, via Wikimedia Commons.Kabel jumper male-to-male: kedua ujungnya pin logam kecil. Dipakai menyambung board ke breadboard, dan antar lubang di breadboard. Warna kabel di tanganmu bisa beda dengan di foto.
Foto: oomlout, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons. Ukuran diperkecil.
Colok ke mana
Dari
Ke
GPIO 4 (board)
Kaki resistor (salah satu ujung)
Kaki resistor (ujung lain)
Kaki panjang LED (anoda, +)
Kaki pendek LED (katoda, -)
GND (board)
Diagram di atas skematis, bukan posisi lubang breadboard persis. Yang penting: arah arus GPIO4 → resistor → kaki panjang LED → kaki pendek LED → GND.
Contoh posisi: nomor kolom 10 sampai 15 cuma contoh, kamu boleh pakai kolom lain asal polanya sama. Ilustrasi skematis buatan sendiri, bukan foto.
LED di breadboard nyala-mati berulang setiap 0.5 detik, sama seperti level 1.3 tapi sekarang pakai LED eksternal.
Sama kayak 1.3, bedanya sekarang LED-nya kamu colok sendiri.
Kalau gagal
LED tidak nyala sama sekali: cek arah LED (kaki panjang/anoda harus ke arah resistor, bukan ke GND). LED yang kebalik nggak akan nyala sama sekali.
Masih tidak nyala: cek sambungan di breadboard, pastikan kaki komponen nancap di lubang yang benar-benar terhubung.
LED nyala redup terus atau cepat panas: cek resistor-nya benar 220-330 ohm, bukan nilai lain atau malah nggak pakai resistor sama sekali (bisa merusak LED).
Segitiga menunjukkan arah arus yang boleh lewat. Ilustrasi skematis buatan sendiri.